Dokumentasi

Panduan deployment

Panduan praktis untuk memublikasikan website statis, menyiapkan build framework, menghubungkan domain, dan memperbarui proyek di DeployPages.

Mulai cepat

Deployment berarti mengubah file website lokal menjadi URL yang bisa dibuka orang lain. DeployPages dibuat untuk output statis, jadi publikasi pertama bisa dimulai dari folder, bukan setup server.

Opsi 1: Deployment drag-and-drop

Jalur tercepat untuk proyek statis. Jika website sudah berupa HTML, CSS, JavaScript, atau folder build final, Anda bisa mengunggahnya langsung.

Cocok untuk

Landing page, website pribadi, CV, prototype, dokumentasi statis, dan output frontend browser-native lainnya.
  • 1
    Siapkan folder proyek

    Folder yang siap deploy harus berisi file index.html di root, plus style, script, atau asset gambar yang dibutuhkan halaman.

    Contoh struktur folder
    my-site/├── index.html├── styles.css├── script.js└── images/    ├── logo.png    └── hero.jpg

    Kesalahan umum

    Jika index.html hilang atau berada terlalu dalam di subfolder, website tidak akan terbuka dengan benar setelah upload.
  • 2
    Buka area upload

    Gunakan area upload di DeployPages. Anda bisa memublikasikan proyek sementara terlebih dahulu, lalu masuk nanti jika ingin menyimpannya.

  • 3
    Unggah folder

    Tarik folder lengkap ke area upload atau pilih lewat file picker. Untuk framework, unggah folder output build, bukan folder source proyek.

  • 4
    Buka URL yang dibuat

    Saat upload selesai, DeployPages memberi URL live yang bisa langsung dipakai untuk testing atau dibagikan.

Opsi 2: Alur CLI

Berguna saat build yang sama dikirim berulang dan deployment menjadi bagian dari script, CI job, atau release checklist.

Gunakan saat proyek sudah repeatable

Drag-and-drop lebih cocok untuk pratinjau sekali pakai. Alur CLI masuk akal saat tim perlu memublikasikan folder output yang sama dengan cara yang sama setiap kali.

Instal CLI

Gunakan package manager pilihan Anda untuk menginstal CLI secara global.

npm install -g @deploypages/cli

Autentikasi

Jalankan perintah login dan selesaikan langkah otorisasi berbasis browser.

deploypages login

Deploy folder saat ini

Jalankan perintah deploy dari direktori output build.

deploypages deploy

Panduan build framework

Framework modern membutuhkan build step sebelum upload. Tujuannya selalu sama: menghasilkan file statis biasa yang bisa dibuka langsung oleh browser.

Arti build

Build mengubah source file framework menjadi HTML, CSS, JavaScript, dan asset yang siap dideploy.

React / Vue / Vite

Command:npm run build
Output:dist/

Unggah folder dist itu sendiri, bukan root proyek.

Next.js static export

Command:npm run build
Output:out/

Set output: 'export' di next.config.js sebelum build.

HTML biasa

Command:Tidak perlu build step
Output:Folder yang sudah ada

Pastikan index.html berada di root.

Hugo / Hexo

Command:hugo atau hexo generate
Output:public/

Unggah folder public yang dihasilkan.

Contoh export Next.js

next.config.js
/** @type {import('next').NextConfig} */const nextConfig = {  output: 'export',  images: { unoptimized: true },};
module.exports = nextConfig;

Batas static export

Fitur server-rendered seperti API routes, server-side props, dan middleware tidak tersedia dalam build static export.

Domain kustom

DeployPages bisa menghubungkan domain Anda sendiri setelah deployment pertama, sehingga proyek berpindah dari URL sistem ke alamat produksi bermerek.

Apa yang dihitung sebagai domain?

Domain apa pun yang Anda kelola melalui registrar bisa dipakai selama Anda dapat mengedit record DNS-nya.

Langkah 1: Tambahkan domain di console

Buka pengaturan proyek, masuk ke tab domain, lalu tambahkan hostname yang ingin dihubungkan.

Langkah 2: Konfigurasi DNS

DeployPages akan memberi target DNS yang dibutuhkan untuk verifikasi kepemilikan dan routing traffic.

Langkah 3: Tunggu verifikasi

Saat DNS sudah propagasi, status domain menjadi sehat dan penerbitan HTTPS bisa selesai.

TypeHostValueTujuan
CNAMEwwwcname.deploypages.siteArahkan traffic ke platform
TXT_deploypages-challengedeploypages-verify=...Verifikasi kepemilikan domain

Memilih host record

  • Gunakan www saat menghubungkan www.example.com.
  • Gunakan @ saat menghubungkan root domain example.com.
  • Gunakan label subdomain seperti blog saat menghubungkan blog.example.com.

Memperbarui website

Alur yang sama, versi baru

Memperbarui proyek memakai logika yang sama dengan deployment pertama: build output terbaru, unggah, lalu biarkan platform mengganti versi live.
  • 1
    Edit file source

    Ubah teks, style, media, atau asset secara lokal.

  • 2
    Build ulang jika perlu

    Jika proyek memakai framework, hasilkan direktori output build baru terlebih dahulu.

  • 3
    Buka console proyek

    Kembali ke halaman proyek di DeployPages.

  • 4
    Unggah versi baru

    Ganti build sebelumnya dengan folder terbaru. Riwayat deployment membuat release baru tetap bisa dilacak.

Setelah unggahan selesai, build baru menjadi live dan versi sebelumnya tetap tersedia untuk dipulihkan bila perlu.

Pertanyaan umum

Bisakah non-developer memakai DeployPages?
Ya. Jika website sudah diekspor sebagai file statis, deployment drag-and-drop sudah cukup.
Mengapa muncul 404 setelah deployment?
Alasan paling umum adalah file index.html hilang atau berada di lokasi salah. Pastikan file titik masuk deploy berada di root folder yang diunggah.
Bagaimana jika route React atau Vue rusak saat refresh?
DeployPages mendukung perilaku SPA fallback untuk setup frontend statis umum, tetapi build tetap harus diekspor dengan benar.
Bisakah mengunggah video atau asset besar?
Bisa, tetapi performa lebih baik jika media sangat besar dioptimasi atau ditempatkan melalui channel pengiriman khusus yang tepat.
Bisakah website dilindungi kata sandi?
Bisa pada paket yang mencakup proteksi kata sandi. Gunakan untuk pratinjau, dokumentasi internal, atau launch bertahap.