SQL formatter online

Ubah query padat menjadi sesuatu yang bisa direview rekan tim sebelum menjadi migration, laporan, atau fix produksi.

Dialect:
Indent:
Keyword:
Input SQL
Output terformat
Menunggu input...

Mengapa format SQL?

SQL padat adalah tempat kesalahan kecil bersembunyi: join yang salah, kurung hilang, filter yang menempel ke clause keliru, atau alias yang kemarin terasa jelas. Formatting tidak membuat query otomatis benar, tetapi membuat maksudnya cukup terlihat untuk direview.

Struktur terbaca: Indentasi dan line break konsisten membuat daftar SELECT, join, subquery, CTE, dan kondisi WHERE lebih mudah diikuti.
Konsistensi tim: Gaya formatting bersama mengurangi noise review pada migration, dashboard, notebook statistik, dan pustaka query tersimpan.
Debug lebih cepat: Layout yang lebih bersih membuat kesalahan logika, alias hilang, grup AND/OR salah tempat, dan kondisi rusak lebih mudah terlihat.
Perubahan ramah diff: Line break stabil membuat edit query lebih mudah direview di pull request daripada membaca SQL satu baris yang panjang.

Referensi cepat dialect

DialectCiri umumPengaturan yang disarankan
Standard SQLBaseline umum untuk query relasional sederhana.Keyword uppercase, indentasi 2 spasi
MySQL / MariaDBBacktick, clause LIMIT, dan sintaks khusus MySQL.Dialect MySQL
PostgreSQLString $tag$, operator JSONB, dan sintaks cast-heavy.Dialect PostgreSQL
Transact-SQL (T-SQL)Identifier bracket, clause TOP, dan sintaks SQL Server.Dialect T-SQL

Pertanyaan umum

Apakah SQL saya diunggah ke server?

Tidak. Formatting berjalan di browser, jadi teks query tetap di halaman.

Bagaimana memformat ulang SQL minified?

Tempel query satu baris ke panel input dan pilih dialect terdekat. Formatter akan membangun ulang line break, indentasi, dan casing keyword otomatis.

Bisakah formatting mengubah cara query berjalan?

Whitespace dan casing keyword seharusnya tidak mengubah semantik SQL. Tetap perlakukan output terformat sebagai kode: review, jalankan test, dan hati-hati pada sintaks khusus dialect.

Dialect SQL mana yang harus dipilih?

Pilih database yang akan mengeksekusi query. PostgreSQL, MySQL, dan SQL Server punya aturan quoting, function, cast, dan limit yang berbeda, jadi dialect terdekat memberi hasil paling bersih.